Posts

Showing posts from 2009

PROSES PEMBENTUKAN OVUM

Image
Proses pembentukan ovum (oogenesis) terjadi di dalam ovarium. Di dalam ovarium terdapat banyak sel induk telur (oogonium) yang bersifat diploid (2n). Oogonium akan tumbuh menjadi oosit primer (oosit I) melalui pembelahan mitosis. Oosit primer akan membelah secara meiosis menghasilkan satu oosit sekunder (oosit II) dan satu badan kutub I (badan kutub primer). Oosit sekunder akan membelah menghasilkan sebuah ootid dan sebuah badan kutub II. Ootid akan berkembang menjadi sel telur (ovum), sedangkan badan kutub II akan luruh atau berdegenerasi. Sementara itu, badan kutub I juga akan membelah dan menghasilkan dua buah badan kutub II yang juga akan mengalami degenerasi. Seperti pada pembentukan sperma, pembentukan sel telur juga dikendalikan oleh FSH. Hormon yang juga mempengaruhi pertumbuhan sel folikel ini menghasilkan hormon estrogen dan LH. FSH sendiri dihasilkan oleh kelenjar hipofisis. FSH dan LH berfungsi mempengaruhi sel folikel untuk melepaskan sel telur. Pro...

Siklus Sel

Sel diproduksi dengan penggandaan organel-organel di dalamnya kemudian melakukan pembelahan. Pada hewan atau tumbuhan tingkat tinggi, pembelahan sel dibutuhkan untuk menggantikan sel-sel yang telah usang (rusak). Pada sorang manusia dewasa diproduksi berjuta-juta sel tiap detiknya agar kondisinya tetap normal, dan jika semua pembelahan sel tertahan (misalnya oleh radiasi ion yang tinggi), dia akan mati hanya dalam beberapa hari saja. Penggandaan pada sebagian besar unsur pokok dalam sel tidak membutuhkan untuk dikontrol secara tepat. Jika terdapat banyak tiruan dari molekul atau organel, jumlahnya dapat diperkirakan, yaitu dua kali jumlah semula, dalam satu siklus pembelahan, induk sel memberikan kurang-lebih separuh bagian untuk setiap anak sel. Tapi paling tidak ada satu pengecualian yang jelas, yaitu: DNA pasti selalu digandakan secara tepat kemudian dibagi secara tepat pula diantara kedua anak sel yang dihasilkan dari prose pembelahan dan hal itu membutuhkan mekanisme khusus....

Proses Pembentukan Sperma

Image
Proses pembentukan sperma (spermatogenesis) terjadi di dalam testis (tunggal : testes). Selain itu, testis juga sebagai tempat pembentukan hormon testosteron. Dalam bahasa sehari-hari, testis disebut buah zakar atau pelir. Pada saat udara dingin, lapisan pelindung testis atau skrotum akan mengerut, sedangkan pada saat udara hangat, skrotum akan mengendur. Bagaimana awal spermatogenesis di dalam testis terdapat banyak sel induk sperma ( spermatogonium ; jamak : spermatogonia ) yang bersifat diploid (2n) atau mengandung 46 kromosom. Sel-sel ini membelah secara mitosis menjadi spermatosit primer ( spermatosit I). Selanjutnya, spermatosit I akan membelah secara meiosis menghasilkan 2 sel spermatosit sekunder (spermatosit II) yang bersifat haploid (n) sehingga hanya mengandung 23 kromosom. Setiap spermatosit II akan mengalami pembelahan sehingga menghasilkan dua spermatid (n). Oleh karena setiap spermatosit II membelah menjadi spermatid, jumlah total spermatid yang terbentuk ada...